Selasa, 03 November 2015

Rindu

sumber gambar
Aku rindu menulis.

Satu bulan merupakan waktu yang sangat lama untuk tidak menuliskan apa pun di sini. Aku merasa bersalah pada diriku sendiri yang sudah berjanji untuk akan selalu bersedia menulis setidaknya lima kali dalam waktu satu bulan. Ternyata, janji itu kuingkari sendiri. Bukan apa, aku hanya takut tulisanku akan tidak bermakna seperti biasanya. Aku juga takut jika tidak bisa memenuhi lima tulisan dalam satu bulan itu. Parahnya lagi, bulan kemarin aku kekurangan inspirasi dan koneksi internet. Maka dari itu, kuputuskan untuk beristirahat sejenak sambil memikirkan apa yang akan aku tulis bulan ini.

Kerinduanku akan menulis sudah benar-benar tidak tertahankan. Seperti kekasih yang lama tidak bersua. Seperti saudara yang lama tidak berjumpa. Seperti keluarga yang lama tidak bertatap muka. Kadang ketika ada gagasan untuk dituangkan tetapi malas lebih kuat mendera, keesokan hari gagasan itu telah tiada. Hilang entah ke mana. Ini membuatku semakin merasa bersalah, lebih kepada diriku sendiri.

Aku rindu menulis. Entah sesuatu yang acak, entah curahan hati yang tidak jelas, entah makian yang tidak tersampaikan, entah tangisan yang tertahankan. Aku ingin sekali mengungkapkan semua di sini. Biasanya, dengan menuliskan sesuatu, hatiku menjadi lebih lega. Seperti telah membuang beban pikiran. Seperti telah melepas ikatan yang menyesakkan dada. Menyenangkan, bukan?

Ketika membuka beranda blogku untuk melihat tulisan-tulisan terbaru orang lain, tersisip rasa iri. Mengapa inspirasi tak kunjung datang? Mengapa pikiranku tidak segera memberi ide? Mengapa ide yang datang tidak segera kutuliskan? Mengapa hari ini aku tidak bisa menuliskan sesuatu? Tetapi kemudian aku tersadar. Kesalahan terletak lebih pada diriku sendiri. Aku sedang malas berpikir, terfokus pada hal lain, dan ketakutan akan tidak terpenuhinya lima tulisan menjadi momok yang semakin membuatku tidak ingin menekan tombol jingga bergambar pensil di atas. Akhirnya, terlewat pula satu bulan tanpa hasil apa pun.

Kini, aku berjanji pada diriku sendiri untuk menulis. Entah, karena kerinduan tidak akan terbayarkan karena tiadanya keinginan untuk bertemu, bukan? Jadi, aku sendirilah yang harus bertemu dengan inspirasi-inspirasi itu, agar kerinduanku untuk menulis segera terbayarkan.  

0 komentar:

Posting Komentar