Senin, 30 November 2015

Nasihat

sumber gambar
Halo, apa kabar? Apakah kau baik-baik saja? Skripsi lancar? Sudah sampai bab berapa? Revisi? Ah, revisi itu proses. Nikmati saja. Bukan sebuah hal yang patut kamu takuti. Lagipula, revisi membuatmu belajar agar dapat menulis laporan penelitian dengan lebih baik. Bukankah kamu senang dikoreksi? Tidak? Mengapa tidak? Koreksi membuatmu menjadi lebih baik, bukan?

Ah, mengapa malah membicarakan skripsi. Kita bicara tentang hal lain saja.

Oh, kamu sedang lelah? Tidak apa lelah badan, tapi jangan sampai lelah pikiran. Sudah melihat banyak contoh orang-orang yang lelah jiwanya, kan? Tentu kau tak ingin mengalami hal yang sama. Beristirahatlah barang beberapa jam. Ada masanya kamu harus berhenti sejenak dan merenung. Pikirkanlah, sudah sejauh apa kamu mengarung. Bila sudah, tersenyumlah. Jangan pernah lagi patah pada hal-hal yang mencoba membuatmu mengalah.

Belajarlah untuk mandiri. Ingat, usiamu tak lagi belia. Muda juga sudah tinggal beberapa. Tidak cukup pula disebut tua. Di usia sekarang, janganlah menyulitkan banyak pihak, terutama orangtuamu. Cukup persulit dirimu sendiri. Memang, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Tetapi, kamu tidak akan bisa selalu bergantung kepada orang lain. Ingat, mereka juga memiliki masalah mereka sendiri. Apakah kamu tidak malu jika harus selalu dibantu?

Ingat, segerakan apa yang harus diselesaikan. Tunda hal-hal yang tidak perlu. Batasi diri untuk melakukan hal-hal tidak berguna. Kurangi tidur terlalu larut. Jangan sampai kurang tidur membuatmu kalut. Kurangi memikirkan hal-hal yang tidak patut kamu pikirkan. Mereka hanya akan menguras energimu dan membelokkan fokusmu. Jangan lupa makan dan ibadah, karena logistik tubuh dan hati harus terus terisi. Fokuslah pada sasaranmu, utamakan sasaran yang tenggat waktunya dekat. Jangan panik, aku tahu kamu sangat mudah panik walaupun tidak mengutarakannya secara gamblang.

Ingat, masamu di sini tinggal sedikit. Jika kamu tidak dapat memberi kontribusi pada institusi ini, setidaknya jangan mencoreng arang di dahi. Jangan mempermalukan almamater. Penggunaan kata "maha" pada labelmu tidak sembarang diberikan. Ada maksud tertentu dalam penamaanmu. Ia diberikan agar engkau tidak semena-mena. Agar engkau ingat bahwa kau lebih tinggi dari sekadar siswa, yang artinya engkau memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding adik-adikmu. Negara menunggu hasil karyamu. Masyarakat menunggu hasil pemikiranmu. Orangtua menunggu hasil kelulusanmu. Mertua menunggu hasil pekerjaanmu. 

Lihat, semua orang menunggumu. Tunggu apa lagi?

0 komentar:

Posting Komentar