Jumat, 06 November 2015

Kangen

sumber gambar
Dan, aku kangen.
 
Aku, yang baru saja selesai mandi kemudian membuka ponsel demi melihat siapa yang mengirimiku pesan singkat, segera tersenyum.

Aku juga kangen kok sama kamu. Balasku singkat.

Sedetik kemudian balasan pun datang. Kamu kapan pulang?

Aku terdiam sejenak, kemudian mengetikkan beberapa kata.

Aku akan pulang secepatnya. Sabar ya, Sayang.

Kemudian datang balasan lainnya yang sama cepatnya seperti balasan pertama.

Kamu kok keluar kota terus, sih. Aku kan kangen :(

Aku tersenyum membayangkan dia merajuk dengan nada lucu seperti biasanya. Ah, andaikan dia di sini. Begitu dia merajuk seperti itu, aku akan menggodanya. Semakin ia merajuk, semakin lucu wajahnya.

Ya aku kan keluar kota demi urusan pekerjaan. Biar kita bisa hidup nyaman. Tidak apa-apa kan? Setelah urusan ini selesai, aku segera pulang kok. Aku kan juga kangen sama Sayang.

Terkirim. Agak lama, balasan pun datang.

Aku boleh telepon sekarang, Dan? Aku kangen sekali.

"Dani? Masih lama balasin orang kantornya? Aku kedinginan, nih." tegur sebuah suara lembut di belakangku. Aku menoleh dan memandanginya. Cantik.

"Sebentar ya, Sayang. Sedikit lagi selesai." jawabku singkat sambil mengetik dengan cepat kemudian mematikan ponsel.

Maaf, Sayang. Bos tiba-tiba mengajakku makan malam. Nanti agak malaman saja teleponnya ya.

0 komentar:

Posting Komentar