Minggu, 29 November 2015

Idealis

Pernahkah kalian menetapkan suatu janji pada diri kalian sendiri dan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kalian tidak akan melanggarnya sewaktu-waktu? Aku sering. Terlalu banyak janji yang harus dipenuhi olehku untuk diriku sendiri. Melelahkan, memang. Akan tetapi, ketika berhasil dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi sangat menyenangkan.

Menjadi seorang yang idealis memang sulit. Sejatinya, aku tidak benar-benar menyebut diriku idealis. Karena, seperti yang dikatakan guru sejarahku dulu, "Orang yang mengaku baik, pasti dia tidak baik," maka aku tidak cukup berani untuk mengatakan bahwa aku adalah seorang idealis. Memiliki idealisme merupakan suatu hal yang sangat aku hargai. Aku menyukai orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi dan memperhatikan bagaimana mereka melakukan proses menuju pencapaian cita-cita tersebut. Aku sendiri pun tanpa sadar sering mematok hal-hal yang mungkin akan sulit aku gapai. Akan tetapi, aku menyukainya.

Seorang idealis akan membuat janji-janji yang akan ia usahakan untuk mencapainya dan tidak akan berhenti sebelum dapat memenuhi janji-janji tersebut. Memang tujuan membuat janji-janji itu adalah untuk diri mereka sendiri. Seperti misalnya, tidak akan berhenti belajar jika belum meraih gelar Ph. D, atau yang mungkin lebih mudah, seperti akan selalu berbuat jujur ketika ujian dan tidak akan mencontek sesulit apa pun soal ujiannya. Hal-hal semacam itu yang pada akhirnya harus dipatuhi diri sendiri dan sudah sewajarnya akan malu ketika tidak dapat memenuhi janji-janji yang dibuat sendiri.

Tentu saja, pemenuhan janji seperti ini sangat sulit. Terkadang ada saja yang membuat kita tidak dapat memenuhinya. Dan mungkin saja orang lain akan melihat dengan sinis. "Untuk apa, sih, terlalu idealis begitu. Tidak menguntungkan diri sendiri," mungkin akan ada yang berkomentar seperti itu. Iya, memang tidak ada suatu hal yang benar-benar ideal dalam hidup. Terutama hidup di Indonesia yang sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak sekali hal "luar biasa" yang bisa dilanggar di sini. Ideal itu relatif, dan cenderung semu. Terlalu idealis memang akan menyulitkan diri sendiri. Seperti halnya yang disampaikan seorang pembicara dalam suatu acara formal, beliau mengatakan, "Tidak apa-apa menjadi idealis, tetapi jangan lupa juga untuk memikirkan hidup (kenyataan yang sebenarnya)." Kalimat ini cukup menohok, mengingat bahwa aku lumayan sering menciptakan banyak janji bagi diriku sendiri untuk membangun pikiran ideal sesuai yang aku inginkan.

Akan tetapi, menjadi idealis akan menciptakan diri yang konsisten. Menjadi idealis juga menciptakan pribadi yang teguh hati dan tidak mudah mengikuti apa yang orang lain katakan. Menjadi idealis juga berarti menciptakan diri yang selalu mempunyai tujuan dan selalu maju serta tidak takut akan perubahan. Tidak perlu khawatir untuk menjadi seorang idealis yang mungkin membuat banyak janji bagi diri sendiri, yang mungkin menurut orang lain adalah hal semu. Yang penting adalah proses belajar dan memahami esensi dari melakukan pemenuhan atas janji-janji tersebut.

Jadi, janji apa yang sampai hari ini masih kamu penuhi untuk dirimu sendiri?

0 komentar:

Posting Komentar