Minggu, 20 September 2015

Hijab

sumber gambar
Beberapa tahun terakhir, kata "hijab" lebih populer dan lebih sering digunakan daripada kata "kerudung" walaupun fungsi keduanya tidak sama. Menurut KBBI daring (juga sepengetahuanku dari pesantren dulu), hijab adalah dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain, atau dalam bahasa jawa disebut aling-aling. Sedangkan kerudung, masih menurut KBBI daring, adalah kain penutup kepala perempuan. Akan tetapi, penyalahgunaan kata dan pergeseran makna ini sudah terlanjur terjadi di Indonesia (dan mungkin seluruh dunia, karena kata "hijab" telah menggantikan kata "veil" dalam pengertian ini), sehingga sudah menjadi sebuah kewajaran ketika kita berbicara, "Wah, hari ini gaya berhijabmu cantik sekali!" kepada seseorang yang menggunakan kerudung bergaya modern, alih-alih menggunakan kata "kerudung" itu sendiri.

Baiklah, di sini (untuk sementara) kita akan menggunakan kata "hijab" dengan pengertian "kain penutup kepala" alih-alih "dinding pembatas".

Hijab adalah sebuah kain yang digunakan oleh para wanita untuk menutupi kepala dan secara khusus hal ini dimaksudkan untuk mengikuti perintah dalam agama. Beberapa agama memerintahkan wanitanya untuk menggunakan hijab dengan masing-masing bentuk hijab, maksud, serta tujuannya. Agama Yahudi menganggap bahwa hijab merupakan simbol kemewahan, kewibawaan, ketaatan kepada suami, dan kesucian wanita. Ajaran Nasrani memerintahkan umat wanitanya untuk menggunakan hijab karena itu merupakan tanda ketaatan dan akan menjadi sebuah penghinaan jika seorang wanita tidak menggunakan penutup di atas kepalanya. Dan beberapa agama lainnya, seperti Hindu dan Budha, juga menganjurkan umat wanitanya untuk berhijab (sumber). Jadi, menganggap bahwa hijab adalah sepenuhnya milik Islam belum bisa disebut benar karena nyatanya agama lain juga menganjurkan umat wanitanya untuk menggunakan hijab.

Secara khusus, Islam telah mewajibkan umat wanitanya untuk menggunakan hijab untuk kebaikan diri mereka sendiri. Hijab menjadi sebuah perlindungan dan identitas (QS. Al-Ahzab: 59), dan menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh wanita Muslim untuk menurunkan hijabnya sampai batas dada (QS. An-Nuur: 31) (sumber). Mengapa hijab dimaksudkan sebagai sebuah pelindung? Karena hijab melindungi aurat (KBBI daring: bagian tubuh yang tidak boleh kelihatan) seorang wanita. Dan selayaknya pelindung, seharusnya hijab tidak membentuk lekuk tubuh wanita sehingga terlihat bentuk tubuhnya yang sebenarnya. Masih banyak sekali ditemukan pemakaian hijab yang tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang dicantumkan dalam Al Quran demi nama kecantikan dan modernitas. Memang, kita tidak pernah mengetahui niat dan isi hati seseorang dengan hijabnya.

Berhijab artinya berkomitmen. Berkomitmen dengan apa yang seorang wanita pakai. Berkomitmen untuk tetap memakai dan berkelakuan baik dengannya. Jika memang belum bisa melakukan keduanya, setidaknya lakukan dulu salah satunya dengan niat yang kuat. Jika seorang wanita sudah memasangkan hijab di atas kepalanya, hendaknya ia terus meyakinkan dirinya untuk tidak melepasnya di lain hari. Hendaknya pula ia tidak menggunakan hijabnya untuk kepentingan-kepentingan pribadinya. Sebaiknya seorang wanita berkomitmen untuk memakai hijabnya terus menerus demi apa yang diwajibkan kitab suci agamanya. Seorang teman pernah berkata, "Yang penting hijabnya dulu, karena itu wajib. Masalah sikap bisa menyusul." Memang, hijab adalah sebuah kewajiban. Kemudian, setelah menggunakan hijab, hendaknya seorang wanita menjaga apa yang ia kerjakan dan ucapkan.

Semakin ke sini, semakin banyak penyalahgunaan hijab oleh wanita Muslim. Entah apa yang mereka niatkan dengan hijab mereka, aku tidak pernah tahu. Ketika melihat wanita-wanita yang melepas-pasang hijabnya, aku merasa sedih. Mengapa hijab itu hanya digunakan sementara waktu saja, dan di lain waktu wanita-wanita itu seakan-akan lupa dengan hijab yang pernah dipakai. Aku hanya mendoakan agar mereka segera berteguh hati untuk terus menggunakan hijabnya suatu hari nanti dan tidak akan melepas-pasangnya demi kepentingan pribadi. Di sisi lain, semakin ke sini, semakin banyak pula wanita yang kulihat sudah mulai berkomitmen dengan hijabnya. Hal ini membuatku senang, karena berarti mereka sudah sadar apa arti dan tujuan hijab sebenarnya. Aku pun mendoakan mereka agar mereka senantiasa terus berkomitmen dengan hijabnya dan tidak akan melepasnya suatu hari nanti.

Semoga kesadaran dan hidayah senantiasa bertandang ke hati setiap dari kita masing-masing.

0 komentar:

Posting Komentar