Minggu, 07 Juni 2015

Mengobrol

Siapa, sih, yang tidak suka mengobrol? Menghabiskan waktu dengan mengobrol itu memang mengasyikkan. Akan tetapi, terkadang banyak orang tidak mengetahui etika mengobrol yang benar. Entah itu mengobrol di dunia nyata mau pun di dunia maya.

Mungkin bagi sebagian orang, mengobrol, apa lagi yang hanya sepintas lalu, tidak perlu dilakukan dengan benar dan serius. Banyak orang yang ketika diajak mengobrol, entah dengan topik berbobot atau pun topik ringan, malah asyik dengan telepon genggamnya. Mereka tidak menyadari bahwa hal ini bisa saja membuat orang yang mengajak mereka mengobrol menjadi tidak nyaman. Bahkan, lebih dari itu, orang yang mengajak mereka mengobrol bisa merasa tidak dihargai. Mereka mengajak mengobrol bukan untuk diacuhkan, bukan? Alih-alih menatap mata, mereka malah melihat layar telepon genggam sambil asyik sendiri. Apalagi jika dilakukan dalam kelompok. Masing-masing orang memegang telepon genggam masing-masing. Tidak ada obrolan yang berarti. Lalu, apa inti dari berkumpul jika tidak digunakan untuk mengobrol, tetapi malah bermain dengan telepon genggam masing-masing?

Hal yang berbeda terjadi di dunia maya. Terkadang ketika kita mengajak orang lain mengobrol melalui pesan singkat, mereka membalas lama sekali. Entah apa yang dilakukan sehingga tidak bisa membalas pesan kita dengan cepat. Terutama ketika kita membutuhkan informasi sesegera mungkin. Anehnya, ketika kita bertemu mereka di dunia nyata, mereka selalu memegang telepon genggam mereka. Entah apa yang mereka lakukan dengan telepon genggam mereka tersebut. Mungkin kita memaklumi jika terjadi satu atau dua kali. Paling tidak, kita berpikir bahwa mereka sibuk, atau mereka sedang meladeni orang lain. Akan tetapi, ketika hal ini terjadi berulang kali, pastinya kita heran juga. Mengapa harus setiap saat? Sama seperti apa yang terjadi di dunia nyata, hal ini dapat membuat kita merasa tidak dihargai. Mungkin kita tidak harus berkali-kali mengirimkan pesan kepada mereka karena khawatir akan mengganggu mereka. Akan tetapi, kesal juga, kan, jika obrolan singkat kita dibalas dalam waktu yang sangat lama tanpa ada penjelasan seperti, "Maaf, aku sedang sibuk. Maaf, ya, jika aku agak lama membalas pesanmu."? Kita pasti akan lebih mengerti jika ada alasannya.

Mengobrol mungkin memang pekerjaan yang sepele dan hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Akan tetapi, mengobrol harus dilakukan dengan etika juga agar orang yang mengajak bicara tidak merasa tidak enak ketika tidak diperlakukan dengan semestinya.

0 komentar:

Posting Komentar