Senin, 15 Desember 2014

Serasi

Tentu kalian sering mendengar kalimat seperti, "Mereka terlihat serasi, ya," atau, "Pasangan itu cocok sekali, ya," atau, "Kalian serasi sekali, aku iri." Kalimat-kalimat tersebut sering dilontarkan orang-orang kepada pasangan yang terlihat serasi dan cocok di mata mereka. Akan tetapi, permasalahan sebenarnya adalah benarkah mereka benar-benar merupakan pasangan yang serasi?

Menurut hipotesisku, pasangan itu ada dua tipe. Tipe pertama adalah tipe pasangan yang benar-benar cocok dan serasi satu sama lain. Mereka cenderung mirip dan benar-benar menggemaskan ketika dilihat oleh orang lain. Mungkin juga mereka jarang bertengkar karena mereka seperti sudah bisa membaca pikiran pasangan mereka. Itulah yang membuat mereka menjadi pasangan yang serasi. Kemudian, tipe kedua adalah tipe pasangan yang terbiasa dengan pasangannya. Dalam artian, mereka sudah terbiasa dengan kelebihan dan kekurangan pasangannya walaupun mereka tidak benar-benar bisa cocok satu sama lain. Mungkin mereka sering bertengkar karena adanya banyak perbedaan yang mereka anggap sebagai penghalang dalam membina hubungan. Mungkin orang-orang bisa menganggap mereka sebagai pasangan yang serasi karena mereka sudah terbiasa dengan pasangan mereka.

Menurutku, ada pasangan-pasangan yang terlihat serasi namun ternyata tidak bisa mempertahankan hubungan mereka. Ketika mereka tidak dapat meneruskan perjalanan cinta mereka, mereka cenderung menyerah karena mereka seperti dapat membaca pikiran pasangannya. Mereka merasa mereka tidak harus meneruskan cerita mereka karena mereka merasa memang tidak harus untuk meneruskannya. Ketika mereka merasa tidak tahan dengan kelakuan buruk pasangannya, mereka cenderung akan meminta berhenti meneruskan perjalanan. Pasangan yang seperti ini sangat disayangkan menurutku. Mereka seharusnya sudah cocok satu sama lain, namun mereka dengan mudahnya berpisah karena beberapa hal. Lalu, ada pula pasangan-pasangan yang mungkin tidak cocok sama sekali dan selalu bertolak belakang satu sama lain. Namun, mereka selalu berusaha membiasakan diri dan memantaskan diri mereka untuk selalu berada di sisi pasangannya walaupun mereka tahu mereka tidak seharusnya meneruskan perjalanan mereka bersama. Mereka tidak mudah menyerah dalam meneruskan cerita mereka berdua karena mereka sudah membiasakan diri terhadap kekurangan pasangan mereka, sehingga mereka cenderung tidak terpisahkan.

Akan tetapi, sebenarnya tidak usah peduli apakah kalian adalah pasangan yang terlihat serasi atau tidak. Yang terpenting dari sebuah hubungan adalah bagaimana kalian bisa bersikap dewasa terhadap satu sama lain dan terbiasa dengan segala kekurangan dan keburukan yang ada pada pasangan masing-masing serta mengubah kekurangan dan keburukan yang ada pada diri sendiri. Sehingga ketika kalian telah terbiasa dengan pasangan kalian, kalian tentu akan terlihat serasi satu sama lain.

Jadi, lebih memilih menjadi pasangan yang serasi atau pasangan yang terbiasa dengan satu sama lain?

2 komentar:

  1. Aku sih lebih suka dengan pasangan yang terbiasa dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terlebih seringnya, 'serasi' itu diukur berdasarkan fisik semata :3

    BalasHapus