Minggu, 28 Desember 2014

Berdandan

Hari ini aku mengikuti kelas berdandan dan berhijab yang diselenggarakan oleh Wardah dan Ehza Ekmaal. Wardah merupakan salah satu merk kosmetik Indonesia yang bersetifikat halal oleh MUI, sedangkan Ehza Ekmaal adalah salah satu butik di Surabaya yang menjual berbagai keperluan bagi wanita berhijab, seperti pasmina, baju, dan aksesoris yang mendukung bagi para wanita berhijab. Aku kebetulan menemukan pengumuman tentang adanya kelas seminar ini dari Twitter, dan aku serta merta mengajak adik perempuan Mas untuk ikut serta dalam kelas ini. Walaupun biaya kelas ini lumayan mahal untuk kantung mahasiswa, namun aku tidak keberatan selama ilmu yang aku dapat sepadan dengan biaya yang aku keluarkan.

Sesi pertama kelas ini adalah kelas berdandan oleh Wardah. Kami melihat sang instruktur (yang merupakan makeup artist yang sudah sangat ahli di bidangnya) memeragakan bagaimana cara berdandan yang baik dan benar. Awalnya, kami diminta untuk menggunakan bedak sebagai dasar riasan. Kami tidak boleh sembarangan memilih bedak yang warnanya berbeda dari warna kulit asli kami, karena jika tidak, kulit wajah kami akan terlihat berbeda dengan kulit asli kita. Kemudian kami ditunjukkan bagaimana cara membentuk gradasi pada pulasan mata. Ternyata, membentuk gradasi pada pulasan mata tidak semudah yang aku lihat di internet. Aku harus berulang kali memastikan arah kuas yang kupakai untuk membentuk gradasi sudah benar. Setelah sempurna, kami melanjutkan fokus riasan kami pada alis. Aku sudah hampir menyerah ketika aku melihat bentuk alisku yang berantakan saat kutebali dengan pensil alis. Namun, aku ingat. Aku datang ke kelas berdandan ini untuk belajar. Jadi, wajar saja jika aku melakukan kesalahan saat uji coba pertamaku ini. Jujur saja, untuk pertama kali itulah aku menggambar alisku sendiri, dan aku merasa sangat konyol. Setelah itu, tibalah saat menorehkan eyeliner pada garis bulu mataku. Itulah saat di mana aku merasa latihanku selama ini tidak sia-sia, karena ternyata masih banyak peserta di kelas tersebut yang tidak terlalu mahir dalam menorehkan eyeliner pada mata mereka. Setelah riasan mata sempurna, kami memindah fokus riasan kami pada pipi dan bibir. Untuk menyapukan perona pipi saja aku sudah merasa gagal. Aku seringkali merasa sapuan perona pipiku terlalu menor, dan kali ini pun aku melakukan hal yang sama. Setelah sesi berdandan oleh Wardah selesai, sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Ehza Ekmaal.

Ehza Ekmaal memulai sesi berhijab dengan menunjukkan bagaimana cara berhijab menggunakan pasmina. Ketika aku berusaha mengikuti instruksi dari sang instruktur, aku seringkali tidak yakin apakah aku harus memutar pasminaku ke arah kiri atau kanan, luar atau dalam, dari ujung tertentu atau ujung yang lainnya, dan sebagainya. Aku seringkali ragu. Maka dari itu aku selalu dibantu oleh sang instruktur untuk membetulkan balutan pasminaku. Setelah menunjukkan dua cara berbeda mengenai berhijab dengan pasmina, sang instruktur menunjukkan dua cara berhijab menggunakan kerudung paris (segi empat). Tetap saja, aku tidak yakin dengan ke mana arah aku harus meletakkan kain kerudungku. Aku benar-benar merasa sangat gagal di kelas ini karena aku selalu dibantu. Akan tetapi, teori dan langkah-langkah dalam berhijab yang ditunjukkan oleh instruktur akan berusaha selalu kuingat walaupun kemungkinan kecil akan kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama mengikuti kelas ini, aku belajar akan banyak hal. Ternyata, berdandan dan memakai hijab tidaklah semudah yang aku bayangkan selama ini. Berdandan dan memakai hijab yang baik dan benar membutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang sangat tinggi. Jika seseorang sangat tidak sabaran seperti aku, maka kemungkinan besar akan mengalami kegagalan dalam berdandan dan berhijab. Namun, jika dilakukan dengan telaten, hati-hati, dan teliti, maka hasil yang didapat akan sangat memuaskan. Maka, jangan heran ketika seorang wanita memakan waktu yang sangat lama untuk berdandan dan berhijab, karena mereka harus benar-benar teliti saat mengaplikasikan dandanan dan hijab mereka. Mereka ingin riasan dan hijab mereka terlihat sempurna, sehingga wajar saja jika mereka memakan waktu yang cukup lama untuk berdandan dan berhijab.

Jadi, ingin mencoba berdandan dan berhijab?

0 komentar:

Posting Komentar