Senin, 03 November 2014

Lampau

Malam ini, aku dan kedua temanku sedang mengobrol asyik melalui layanan pesan Line. Kami membicarakan banyak hal yang, tentu saja, di luar obrolan mengenai tugas seperti biasa. Kami membicarakan apa saja, dari cerita mengenai perasaan, pikiran, hingga kembali ke obrolan tentang tugas. Sampai ketika kami membicarakan masa-masa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas kami yang menurut kami sangatlah alay, aku menjadi tersadar. Masa-masa itu sudah sangat jauh dari masa aku berpijak sekarang. Saat-saat tersebut adalah saat-saat di mana aku masih sangat tidak stabil dan punya banyak ambisi. Masa-masa tersebut adalah masa-masa di mana aku masih menjadi diriku yang sangat pendiam dan apatis, walaupun sampai sekarang ternyata aku masih apatis tetapi sikap diamku sudah lumayan berkurang. Saat-saat tersebut adalah saat-saat di mana aku melakukan banyak sekali kesalahan yang aku ingin sekali memperbaikinya meski aku tahu aku tidak akan pernah bisa lagi kembali ke sana. Apa pun itu, masa-masa itu sudah sukses aku lewati dan aku tinggalkan di waktu lampau hingga akhirnya aku bisa berdiri di masa sekarang tanpa ragu-ragu.

Ketika mengingat masa lampau, kita terkadang teringat tentang apa yang dulu telah kita lakukan terhadap orang-orang yang mungkin tidak pernah lagi kita temui sekarang, teringat tentang bagaimana suksesnya kita dahulu, teringat tentang apa yang kita rasakan terhadap orang-orang tertentu, dan apa saja yang bisa kita ingat, semuanya seakan membawa kita kembali ke masa dulu. Tentang kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, kita seakan ingin kembali untuk memperbaiki itu semua. Tentang orang-orang yang kita sakiti dan tidak sempat dimintai maaf, kita seakan ingin kembali untuk memohon maaf sedalam-dalamnya kepadanya. Tentang orang-orang yang pernah kita temui dan tidak pernah kembali, kita seakan ingin kembali untuk membicarakan hal yang baik kepada mereka walau hanya untuk yang terakhir kali. Mengingat masa lampau memang terkadang membawa banyak penyesalan, penyesalan atas apa yang seharusnya dan tidak seharusnya kita lakukan. Menyesal mengapa tidak lebih banyak melakukan kebaikan kepada orang lain, menyesal mengapa menyakiti perasaan orang lain, menyesal mengapa tidak mengambil kesempatan bagus yang telah terlewat, dan penyesalan lainnya.

Namun, dari apa yang kita dan orang lain lakukan di masa lampau, kita mendapatkan banyak pelajaran berharga jika kita ingin mempelajarinya lagi daripada meratapi dan menyesalinya. Kita dapat belajar bahwa di masa sekarang dan masa depan kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Belajar bahwa di masa sekarang dan masa depan kita dapat melakukan apa yang dulu kita lakukan dengan lebih baik lagi. Belajar bahwa di masa sekarang dan masa depan kita harus bisa mengambil kesempatan dan tidak menyia-nyiakannya. Belajar bahwa di masa sekarang dan masa depan kita tidak akan menyakiti siapa-siapa lagi. Belajar bahwa di masa sekarang dan masa depan kita tidak akan mengikuti jejak kesalahan orang lain yang kita tahu. Semua kesalahan dan kebaikan yang pernah dilakukan di masa lampau benar-benar dapat dipelajari. Seperti ucapan Mas suatu waktu, "Hal-hal yang baik harus diambil dan dipertahankan, sedangkan hal-hal yang buruk harus dibuang dan tidak dilakukan lagi di masa depan."

Jadi, sudah siap belajar dari masa lampau?

0 komentar:

Posting Komentar