Sabtu, 18 Oktober 2014

Melegenda

Tanggal 15 kemarin, aku dan Mas menghadiri acara Jatim Fair 2014 yang diadakan di Grand City. Bukan untuk melihat-lihat pameran yang ada, tentu saja, melainkan untuk melihat bintang tamu pada konser yang melengkapi rangkaian acara Jatim Fair 2014. Bintang tamu pada hari itu adalah Sheila On 7. Karena aku dan Mas merupakan penggemar lagu-lagu Sheila On 7, maka kami dengan serta merta pergi ke Grand City hanya untuk menyaksikan Duta dan kawan-kawan beraksi di atas panggung. Namun, yang berpikir demikian bukan hanya kami berdua. Banyak sekali orang yang juga datang ke acara ini untuk menyaksikan Sheila On 7 secara langsung. Tidak mengherankan memang, karena Sheila On 7 merupakan band yang sangat terkenal pada masanya pun pada masa kini. Lagu-lagu mereka tidak pernah terkalahkan oleh lagu-lagu dari penyanyi-penyanyi baru. Malah, lagu mereka tetap dipuja-puja karena kepuitisannya. Jadi, tidak mengherankan jika aku dan Mas harus bersedia berdiri cukup lama untuk menunggu kehadiran Duta dan kawan-kawan sembari berdesak-desakan dengan orang-orang yang juga bersemangat untuk menanti mereka beraksi di atas panggung. Semangat penonton ini sampai membuat keadaan cukup ricuh, tetapi tetap terkendali. Namun, tetap saja ada yang pingsan pada acara tersebut karena tidak kuat disesaki oleh penonton yang lain. Penonton terlalu padat memenuhi lapangan. Akan tetapi, rasa lelah dan panas yang mulai merayapi tubuh terbayar dengan penampilan Sheila On 7 pada malam itu. Duta benar-benar terlihat seperti tidak pernah menua. Dia tetap terlihat aktif dan atraktif di panggung, membuat semua penonton semakin bersemangat mengikuti lagu yang ia lantunkan. Setiap lagu yang dinyanyikan oleh Duta seperti dihapalkan di luar kepala oleh para penonton. Mereka semua menyanyikan dengan semangat dan berlompatan mengikuti irama musik pada refrain setiap lagu yang terlantun. Aku pun sama bersemangatnya dengan mereka. Aku ikut menyanyikan lagu-lagu Sheila On 7 walaupun tidak akan terdengar oleh diriku sendiri karena riuhnya suasana saat itu. Aku tidak menyangka akan melihat Duta secara langsung. Walaupun hanya bisa memandang dari jauh, namun aku cukup puas bisa melihat penyanyi kesukaanku. Dan hebatnya lagi, suaranya sama seperti rekamannya. Ini membuktikan bahwa ia benar-benar menjaga suaranya dengan baik dan ia memang benar-benar penyanyi yang handal. Penampilan Duta, Eross, Adam, dan Brian malam itu sungguh mengagumkan. Tidak mengherankan jika Sheila On 7 menjadi salah satu dari sekian penyanyi dan band legenda di Indonesia, yang lagu-lagunya tidak hilang ditelan oleh waktu.

Menjadi legenda itu tidak pernah mudah. Ketika seseorang menjadi legenda, ia pasti pernah menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan untuk itu. Sehingga, ketika ia sudah sukses, kesuksesannya tidak akan serta merta hilang dengan cepat. Ia akan tetap dikenang, ia akan tetap diingat, ia akan tetap dihargai dan dijunjung tinggi walaupun ia tidak seproduktif dulu, dan karya-karyanya akan tetap dihargai dan dipuja-puja. Dan kebanyakan orang yang menjadi legenda tetap menganut ilmu padi; semakin berisi semakin runduk. Ia tetap rendah hati dan merasa harus terus berusaha memperbaiki karyanya. Karena itu, seorang legenda tetap dicintai. Karyanya dicintai, dan dirinya pun dicintai karena sikapnya yang tidak membuat orang muak. Mereka tetap menjadi orang yang apa adanya walau label legenda melekat pada diri mereka. Mereka berlaku seperti itu karena mereka tahu apa yang mereka hadapi saat label legenda masih belum sampai pada mereka. Mereka tetap orang biasa yang sederhana tanpa sikap yang muluk-muluk, dan karena itu mereka dicintai. Sehingga, kerja keras mereka tetap dihargai untuk waktu yang sangat lama.

Jadi, sudah siap untuk melegenda?

0 komentar:

Posting Komentar