Minggu, 31 Agustus 2014

Terlambat

Hari ini adalah hari terakhir liburan semester empat. Itu artinya, besok aku sudah akan menghadapi semester baru. Dan parahnya lagi, kelas pertama hari esok jatuh pada jam tujuh pagi. Senin dan jam tujuh pagi mungkin bukanlah kombinasi yang sangat bagus untuk semua orang. Namun, aku harus tetap berusaha masuk tepat waktu besok pagi walaupun dengan rasa enggan melawan kantuk untuk hadir di kelas besok. Akan tetapi, aku takut akan terlambat. Besok adalah hari senin, dan jam tujuh pagi merupakan jam macet di daerah Surabaya. Namun, tak apalah. Aku akan tetap berusaha agar tidak terlambat.

Terlambat merupakan keadaan di mana seseorang hadir pada suatu kegiatan dengan tidak tepat waktu. Bisa jadi ketidaktepatan kehadiran orang ini memakan waktu yang sebentar atau lama. Sebagai seorang mahasiswa, aku sudah pasti tahu rasanya terlambat. Rasanya sangat tidak mengenakkan bagiku, pun bagi dosen yang sedang mengajar di kelas saat aku datang terlambat. Aku merasa tidak enak ketika datang terlambat karena aku membuat perhatian seluruh orang di kelas teralihkan sementara kepada kehadiranku yang tidak tepat waktu. Apalagi dosen yang mengajar pun pasti merasa tidak senang dengan kehadiran seorang mahasiswa yang terlambat karena itu artinya beliau harus menjelaskan lagi kepada mahasiswa yang terlambat apa yang tengah dibahas selama ketidakhadiranku (walaupun sang dosen pun tidak harus mengulangi penjelasan yang telah dijelaskan karena mahasiswa seharusnya mandiri dalam mencari dan memahami materi yang dijelaskan baik ia hadir maupun tidak), juga karena merasa disela oleh kehadiranku di tengah pelajaran. Dan menyela itu tidak baik, bukan?

Ketika dosen memperbolehkan masuk ke kelas ketika terlambat dalam jangka waktu tertentu, tentu ini sangat menyenangkan dan menenangkan bagi mahasiswa karena itu artinya akan ada tambahan waktu untuk memasuki kelas beliau, entah sepuluh menit atau lima belas menit. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa beliau sudah berusaha datang tepat waktu untuk kita? Mengapa kita masih terlambat saja? Datang tepat waktu menjadi sebuah usaha kita untuk menghormati sang dosen, sebenarnya. Dan ketika kita sudah terlambat datang dan bahkan masuk begitu saja tanpa seijin dosen yang mengajar, apakah itu sopan? Bagaimana seseorang bisa disebut sebagai mahasiswa jika etika kesopanan saja tidak ia laksanakan? Walaupun sudah diberi tenggat waktu untuk terlambat, setidaknya minta ijin terlebih dahulu apakah diperbolehkan masuk atau tidak. Itu terasa lebih sopan dan tidak akan membuat dosen sakit hati. Apalagi untuk dosen yang tidak memberi tenggat waktu khusus untuk keterlambatan, entah mau terlambat sepuluh menit atau tiga puluh menit menjadi sama saja bagi beliau. Beliau akan tetap memperbolehkan masuk. Justru dosen yang seperti ini tidak boleh dianggap remeh dan kita malah menjadi seenaknya menerlambatkan diri. Malah, kita harusnya tetap berusaha masuk tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ketika aku mendapati dosen yang tidak memberi tenggat waktu khusus untuk keterlambatan seperti di atas dan aku terlambat lebih dari dua puluh menit, aku tidak akan masuk ke kelas beliau. Aku akan pergi ke mana saja di kampus, tapi tidak ke kelas beliau. Aku berusaha menghormati beliau yang telah berusaha tepat waktu dengan ketidakhadiranku. Menurutku, aku lebih suka menghormati beliau dengan cara seperti itu daripada harus masuk ke kelas beliau yang artinya aku harus menyela beliau dan merasa tidak enak sendiri karena telah sangat terlambat.

Namun, terkadang juga terpikirkan olehku bahwa orang-orang yang datang terlambat (termasuk aku) sudah berusaha tiba tepat waktu tetapi terhalang oleh banyak hal. Semisal, rumahku berjarak satu jam dari kampus. Maka dari itu, bisa saja terjadi banyak hal di jalan, seperti macet dan sebagainya. Setidaknya, aku sudah berusaha untuk hadir di kelas secepat yang aku bisa. Akan tetapi, hal ini sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan. Jika aku mau datang tidak terlambat, setidaknya aku harus berangkat lebih awal dari yang telah dijadwalkan agar aku tidak terlambat. Dan banyak juga dosen serta mahasiswa yang rumahnya jauh seperti aku, bahkan bisa jadi lebih jauh lagi, yang datang benar-benar tepat waktu atau bahkan lebih awal di kelas. Sebenarnya, masalah tepat waktu atau terlambat adalah keinginan dari diri sendiri, apakah kita mau datang tepat waktu atau datang terlambat. Jika kita ingin datang tepat waktu, maka kita pasti akan berusaha datang tepat waktu. Namun, jika kita ingin bermalas-malasan lebih dulu, maka sudah pasti kita akan terlambat karena kita tidak berniat untuk datang tepat waktu.

Jadi, sudah siap untuk tidak terlambat?

2 komentar:

  1. asal ada kemauan untuk dateng pagi kayanya bisa .. tapi kalau saya sih telat mulu

    BalasHapus