Sabtu, 30 Agustus 2014

Kebahagiaan

Kemarin malam, aku sedang tidak ada ide untuk menuliskan sesuatu pada blog ini sampai seorang teman tiba-tiba bertanya, "Apa arti kebahagiaan menurutmu?" Aku sempat bingung akan menjawab apa karena pertanyaan ini memiliki jawaban yang bersifat relatif. Relatif karena jawaban yang akan didapat pasti berbeda jika ditanyakan kepada orang yang berbeda pula.

Kebahagiaan bisa diartikan sebagai suatu keadaan tidak merasa susah dan sedih, serta merasa senang dan gembira. Kebahagiaan bagi setiap orang tentu saja berbeda. Ada yang menerapkan standar kebahagiaan bagi dirinya jika ia memiliki materi yang lebih dari orang lain. Ada pula yang merasa bahwa ia akan mendapat kebahagiaan jika ia bisa hidup dengan nyaman. Banyak sekali standar dari kebahagiaan tiap orang. Namun, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan akan mudah datang ketika seseorang memiliki harta berlimpah. Atau, kebahagiaan bisa dapat menghampiri jika seseorang memiliki sesuatu yang tidak pernah dimiliki orang lain. Sebetulnya tidak bisa dikatakan salah juga definisi kebahagiaan tersebut. Memang tidak salah ketika seseorang merasa bahagia ketika ia memiliki rumah mewah dengan banyak perabot mahal serta baju-baju keluaran butik ternama dan semua hal yang paling indah di dunia. Tidak salah juga ketika seseorang merasa bahagia ketika ia meminta dibelikan sesuatu yang mahal oleh orangtuanya kemudian dikabulkan dengan cepat. Memang tidak salah, namun tidak bisa disebut benar juga.

Kebahagiaan yang sebenarnya tidak tergantung pada materi atau benda apapun. Mungkin beberapa tidak sependapat mengenai hal ini. Mungkin beberapa merasa benda tertentu akan membuatnya merasa bahagia. Namun, kebahagiaan yang sebenarnya terletak pada perasaan bersyukur yang muncul dalam diri kita. Ketika seseorang selalu merasa bersyukur atas apa yang ia miliki dan dapatkan, maka orang itu akan selalu merasa bahagia dan tidak merasa kekurangan. Walaupun ia tidak memiliki rumah yang sangat besar dan mewah, ia akan tetap bahagia karena ia ternyata masih memiliki sebuah rumah untuk dihuni. Walaupun ia tidak memiliki baju-baju keluaran butik ternama, ia akan tetap bahagia karena ternyata ia masih mampu membeli beberapa potong baju untuk menutupi tubuhnya dan melindunginya dari sengatan sinar matahari. Walaupun ia tidak memiliki banyak uang untuk membeli barang-barang mahal yang ia inginkan, ia akan tetap bahagia karena ternyata ia masih bisa mendapatkan uang untuk sekadar jajan atau membeli sesuatu yang mudah didapat, pun ia akan tetap bahagia karena ia ternyata masih memiliki orangtua yang masih mampu menghidupinya. Dari hal-hal sederhana yang bisa disyukuri, maka kebahagiaan pun bisa didapat dengan mudah. Ketika seseorang tidak mensyukuri apa yang ia miliki, ia akan selalu merasa susah dan tidak dapat tenang. Jika merasa susah dan tidak dapat tenang, apakah itu yang disebut dengan kebahagiaan? Bahkan orang paling kaya sekalipun, jika ia tidak mensyukuri semua harta yang ia punya, akan selalu merasa susah dan tidak bahagia dengan itu semua. Jadi, untuk apa memiliki banyak harta dan materi ketika seseorang tidak bisa mendatangkan kebahagiaan dengan itu?

Ada pula yang menyebutkan bahwa kebahagiaan hanya bisa dibentuk oleh diri kita sendiri. Jika hal ini mau dipikirkan sejenak, sebenarnya ada kebenaran dalam pernyataan ini. Kebahagiaan bisa diciptakan oleh pemikiran positif, dan satu-satunya orang paling dekat yang bisa diajak untuk berpikir positif adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Sehingga, kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain. Jika kita sendiri tidak mau berpikir positif dan senang akan sesuatu, maka kebahagiaan sudah pasti akan susah untuk menghampiri. Namun, jika kita berpikir positif, maka kita tidak akan merasa susah ketika ada masalah menghadang dalam hidup kita. Kita akan bisa melihat hal baik dari masalah itu, sehingga kita tidak akan merasa kesulitan dan menganggap bahwa masalah itu adalah akhir dari segalanya. Maka dari itu, pemikiran positif yang kita bentuk dari diri kita sendiri akan bisa mendatangkan kebahagiaan dalam diri kita sendiri pula.

Jadi, sudah siap untuk meraih kebahagiaanmu?

2 komentar:

  1. Yeaah, bahagia itu sederhana. Dan aku punya opini lain, bahwa orang lain pun bisa menebar kebahagiaan pada orang lain pula. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bisa sih, tapi sifatnya ga permanen :))

      Hapus