Selasa, 27 Mei 2014

Blog

Semua orang yang mengenal internet pasti tidak asing dengan yang namanya blog. Blog yang merupakan gabungan dari kata web dan log adalah sebuah tempat di mana kita bisa menuliskan segala sesuatu yang kita mau tuliskan, atau membaca apa yang orang lain tuliskan di sana. Mungkin blog terkesan seperti jejaring sosial, tapi pastinya berbeda. Blog memuat tulisan-tulisan yang kita sebut posting (yang ini saya tidak tahu apa bahasa Indonesia nya), bisa jadi panjang, sangat panjang, atau pun pendek saja. Tampilan dari blog pun bisa diatur-atur sedemikian rupa sesuai yang kita mau, tidak seperti jejaring sosial yang tampilannya tidak bisa diganti-ganti. Blog bisa jadi gratis ataupun berbayar. Jika ingin yang gratis, situs-situs penyedia layanan blog gratis banyak sekali. Ada blogger.com, wordpress.com, tumblr.com, dan lain sebagainya. Jika masih ingin mencoba blogging atau menggunakan blog, lebih baik menggunakan yang gratis.

Mungkin sebagian orang akan bertanya, "Mengapa memilih blog? Bukankah bisa juga menuliskan cerita-cerita di jejaring sosial macam Facebook, Twitter, dan lain sebagainya?" Menurutku, memang jejaring sosial digunakan banyak orang untuk curhat dan sebagainya. Selain itu, Facebook juga menyediakan layanan untuk menulis notes atau catatan selayaknya blog. Namun, aku lebih suka jika tulisan-tulisan panjangku dikumpulkan dalam suatu tempat yang orang-orang mungkin akan melihatnya dengan lebih baik. Lebih baik di sini maksudnya lebih enak dilihat, terkesan fokus, dan tidak akan bercampur dengan status-status di jejaring sosial. Jejaring sosial lebih menjadi tempat persebaran bagi tautan setiap posting blogku.

Aku suka sekali menulis di blog. Aku kenal dengan blog sejak SMP. Dulu aku menggunakan situs multiply.com sebagai domain dari blog ku. Namun, rumor yang beredar mengatakan bahwa situs itu sudah tidak ada lagi sekarang ini. Di blog terdahuluku, aku kebanyakan menceritakan apa yang terjadi di keseharianku. Kemudian aku mulai menggunakan blogger.com untuk blogku saat aku SMA. Di sana, tentu saja aku juga menceritakan kisah keseharianku walaupun bobotnya sudah lebih berisi daripada cerita-cerita di blogku saat SMP. Selain itu, di blogku itu memuat ulasan mengenai album-album lagu kesukaanku dan juga puisi-puisi tidak jelas yang kubuat saat aku sedang tidak enak hati. Sayangnya, setelah berbulan-bulan aku tidak mengisi blogku lagi. Aku merasa blog tersebut tidak memiliki tema khusus, sehingga mudah saja bagiku untuk menuliskan hal-hal tidak penting di dalamnya. Akhirnya, beberapa hari yang lalu, aku memutuskan untuk menutup blog itu dan tidak lagi melanjutkan menulis apa pun lagi di blog tersebut, dan kemudian membangun blog ini sebagai tempatku menuliskan cerita-cerita yang mungkin saja menarik perhatian para peselancar di dunia maya.

Menurutku, blog yang baik ialah yang punya tema. Misalkan, ada blog yang bertemakan mode pakaian, tata rias,  ulasan buku, ulasan film, cerita pengalaman hidup, makanan, ulasan tempat wisata, dan lain sebagainya. Dengan tema, kita bisa tahu apa kegemaran orang di balik blog tersebut. Banyak sekali teman-teman kampusku yang menggunakan blog sebagai sarana menyampaikan hobi mereka kepada orang banyak. Dan dari blog pula, mereka mendapat banyak teman dan penggemar untuk tulisan-tulisan mereka. Dari blog merekalah aku tahu siapa mereka dan bagaimana mereka. Dari susunan kalimat, gaya penulisan, tata letak dan tampilan blog, aku seakan bisa mengenali mereka lebih dekat. Ada yang gaya penulisannya serius dan baku seperti blog ini, ada pula yang gaya penulisannya santai dan terkesan gaul, ada pula yang menuliskannya dalam bahasa selain Indonesia. Banyak sekali. Dan aku, ketika tidak tahu harus mencari apa di internet, biasanya suka menyasarkan diri ke blog-blog yang kutemukan. Dari blog-blog itu, aku mendapatkan ilmu baru. Semisal, aku suka sekali dengan blog bertemakan tata ruangan di rumah. Dengan melihat orang-orang yang sangat ahli di bidangnya itu melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tata ruang, maka aku mendapatkan ilmu untuk melakukan hal yang sama atau divariasikan nantinya saat aku sudah punya rumah sendiri. Hal-hal semacam ini lah yang membuatku lebih suka dengan blog dibandingkan dengan menulis notes di Facebook atau membuat cuplikan-cuplikan tulisan di blog mikro semacam Twitter.

Aku membuat blog ini pun ada maksudnya juga. Mungkin banyak sekali yang bertanya, "Mengapa blog ini diberi nama Narasi Satu Kata?" alasannya adalah, karena aku sangat suka bercerita. Aku sering sekali berceloteh tak jelas tentang apa pun sampai-sampai Mas mengatakan, "Kamu kalau lagi cerewet itu menyebalkan, tapi kalau kamu diam, cerewetmu bikin kangen." Nah, karena aku suka bercerita, jadilah aku menulis di blog. Dan karena narasi merupakan cerita, entah itu panjang atau pendek, fiksi atau nyata, jadilah aku menggunakan kata 'narasi' untuk blogku. Kemudian, 'satu kata'. Kalimat yang ada di bawah nama blog ini adalah "Satu kata yang bernarasi." Nah, dari kalimat tersebut, kalian pasti bisa membayangkan. Ini cerita yang memiliki judul satu kata. Mengapa harus satu kata? Karena satu kata memiliki banyak arti, banyak cerita, banyak maksud. Dengan satu kata, setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Maka dari itu, diambillah tema ini. Cerita mengenai sebuah hal. Itu maksud dari 'Narasi Satu Kata'.

Inspirasi untuk menulis blog bisa datang dari mana saja. Bisa dari pengalaman, keseharian, ide-ide yang tak pernah tersampaikan, curahan hati, hobi, apa saja. Dengan menulis, otakmu menjadi lebih hidup. Menulis di blog juga bisa membuat orang lain terinspirasi atau bahkan memberi ilmu untuk orang lain. Menulis di blog juga bisa menjadi pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Mas Alitt Susanto dan Bang Raditya Dika. Mereka bisa menulis buku karena awalnya mereka menulis di blog. Mereka memang suka menulis. Begitupun denganku. Aku juga suka menulis. Namun, mereka sudah profesional, sedangkan aku masih pemula dan hanya menulis karena aku suka. Namun, tidak masalah. Mereka juga bisa menjadi seperti sekarang karena mereka cinta menulis. Awalnya pun mereka biasa saja dalam menulis di blog. Namun sekarang, lihat mereka. Mereka menjadi seperti sekarang karena mereka konsisten dengan apa yang mereka lakukan dari awal. Konsistensi itulah yang harusnya bisa ditiru oleh semua orang.

Jadi, sudah mulai tertarik dengan blog?

0 komentar:

Posting Komentar